Beranda / Pojok Gen-Z / Friendship Goals atau Ukhuwah Islamiyyah?

Friendship Goals atau Ukhuwah Islamiyyah?

oleh: Zulfikar Tamher

Pernah nggak sih scrolling TikTok atau Instagram, terus nemu video persahabatan yang bikin kita bilang: “Ya Allah, friendship goals banget!” Biasanya isinya circle yang kompak jalan bareng, punya hobi sama, atau sekadar vibes estetik buat dipajang di story.

Tapi… coba berhenti sejenak. Persahabatan yang kita cari, cukup sebatas seru dan keren di medsos? Atau ada yang lebih dalam, yang bukan cuma buat dunia tapi juga bekal di akhirat?

Friendship Goals ala Gen Z

Nggak bisa dipungkiri, Gen Z memang hidup di era visual. Semua hal jadi menarik kalau bisa di-capture dengan angle yang pas, filter kece, dan caption yang manis. Termasuk soal persahabatan.

Friendship goals sering didefinisikan sebagai circle yang:

  • Selalu kompak di feed dan story.
  • Rajin traktir dan kasih kado.
  • Nyambung kalau ngomongin film, hobi, atau vibes healing.

Masalahnya, persahabatan model ini sering rapuh. Begitu ada salah paham kecil, unfollow atau left group bisa jadi pilihan cepat. Hubungan dibangun lebih banyak karena kesenangan bersama, bukan karena sesuatu yang kuat.

Ukhuwah Islamiyyah: Bukan Sekadar Nongkrong

Dalam Islam, persahabatan punya level yang jauh lebih tinggi, namanya Ukhuwah Islamiyyah. Allah sudah menegaskan:

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara…” (QS. Al-Hujurat: 10)

Artinya, persaudaraan dalam Islam bukan karena hobi yang sama, bukan karena vibes yang nyambung, tapi karena iman.

Ciri-cirinya jelas:

  • Cinta dan benci karena Allah.
  • Saling menasihati, bukan sekadar hiburan.
  • Berkorban untuk saudaranya, bukan hanya pas lagi butuh.
  • Persahabatan yang nggak berhenti di dunia, tapi lanjut sampai surga.

Rasulullah ﷺ bahkan menyebut, ada 7 golongan yang akan dapat naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah pun karena Allah. (HR. Bukhari & Muslim)

Kenapa Gen Z Butuh Ukhuwah Islamiyyah?

Di era serba digital, kita justru makin gampang merasa kesepian. Sering terlihat ramai di medsos, tapi hati kosong. Inilah yang disebut banyak peneliti sebagai loneliness epidemic.

Nah, ukhuwah Islamiyyah hadir jadi solusi:

  • Bikin kita merasa punya “rumah” yang aman, bukan sekadar circle sementara.
  • Ada yang selalu ngingetin kalau kita mulai jauh dari Allah.
  • Bukan cuma support karier atau hobi, tapi juga support iman dan amal.

Singkatnya, sahabat sejati bukan yang bikin kita viral, tapi yang bantu kita jalan menuju surga.

Gimana Cara Mulai?

  1. Upgrade circle. Cari teman yang ngajak ke majelis ilmu, bukan cuma ke kafe hits.
  2. Jadi sahabat yang benar. Nggak cuma nemenin healing, tapi juga nemenin ibadah.
  3. Jaga adab. Sering kasih salam, doain sahabat, jaga rahasia, dan jangan sibuk buka aib.

Penutup

Persahabatan yang estetik di story boleh aja. Tapi jangan berhenti di situ. Mari naik level ke ukhuwah Islamiyyah. Karena sahabat dunia bisa hilang, tapi sahabat karena Allah akan abadi sampai di surga.

So, pilih mana: sekadar friendship goals, atau ukhuwah Islamiyyah?

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *