Beranda / Opini / “Duka Palestina dan Seruan Umat untuk Solusi Hakiki: Islam Kaffah dalam Naungan Khilafah”

“Duka Palestina dan Seruan Umat untuk Solusi Hakiki: Islam Kaffah dalam Naungan Khilafah”

Setiap lembar darah yang menetes di tanah Palestina, setiap ratapan anak-anak yang kehilangan orang tua, dan setiap reruntuhan rumah yang menjadi saksi kezaliman, telah mengetuk hati jutaan kaum Muslimin di seluruh dunia. Gambar demi gambar, video demi video, dan laporan demi laporan tentang kekejaman yang terus berulang di Gaza, telah membangkitkan amarah sekaligus kepedulian yang dalam dari umat Islam. Kepedulian itu tak hanya terlihat di ruang digital, tetapi juga hadir nyata di jalanan, di tempat-tempat umum, bahkan hingga di sudut-sudut kota.

Gambar yang tersebar dari berbagai sudut kota memperlihatkan bagaimana umat Islam turun ke jalan mengangkat spanduk yang menyerukan solusi tegas dan menyeluruh: “Kirim Tentara, Bebaskan Palestina!” dan “Jihad & Khilafah: Solusi Hakiki Pembebasan Palestina.” Ini bukan sekadar seruan emosional. Ini adalah ekspresi kesadaran politik dan spiritual bahwa penjajahan atas Palestina tak akan pernah benar-benar berakhir tanpa perubahan sistemik dan menyeluruh.

Bukan Sekadar Tragedi Kemanusiaan

Palestina bukan hanya isu kemanusiaan. Ia adalah luka kolektif umat Islam. Di balik agresi militer dan kekejaman rezim Zionis, ada fakta yang tak bisa disangkal: lemahnya respon dunia Islam. Negara-negara Muslim, meskipun memiliki tentara dan kekayaan, justru tampak terbelenggu dalam sistem internasional yang tunduk pada agenda barat. Mereka hanya mampu menyampaikan kecaman, doa, dan bantuan kemanusiaan tanpa tindakan nyata untuk mengakhiri penjajahan.

Oleh karena itu, umat Islam yang sadar mulai mengangkat solusi fundamental: penegakan Islam secara kaffah dalam bingkai Daulah Khilafah. Sistem ini bukan sekadar mimpi utopis dari masa lalu, tetapi alternatif nyata yang telah terbukti dalam sejarah sebagai pelindung umat dan pembebas negeri-negeri yang terjajah.

Khilafah Warisan Nabi dan Perisai Umat

Dalam hadis sahih disebutkan, “Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu laksana perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR. Muslim). Khalifah bukan sekadar pemimpin administratif, tetapi pelindung umat yang bertanggung jawab secara syar’i terhadap darah, kehormatan, dan keamanan kaum Muslimin.

Di masa Khilafah Utsmaniyah, serangan terhadap umat Islam di satu wilayah segera direspons dengan pengiriman pasukan dan tekanan politik. Ketika rakyat Palestina diteror oleh kolonialisme Inggris, Khilafah berupaya membendungnya meskipun pada akhirnya dilemahkan oleh konspirasi Barat.

Kini, tanpa institusi pemersatu itu, umat Islam tercerai-berai dalam lebih dari 50 negara bangsa yang lebih mementingkan kedaulatan nasional daripada ukhuwah Islamiyah. Palestina pun dibiarkan menjadi ajang genosida terbuka selama lebih dari puluhan tahun.

Islam Kaffah Solusi Menyeluruh

Solusi Islam kaffah bukan sekadar retorika. Ia mencakup seluruh aspek kehidupan: politik, ekonomi, hukum, pendidikan, hingga hubungan internasional. Dalam sistem ini, kepemimpinan dijalankan oleh Khalifah yang mengacu pada Al-Qur’an dan Sunnah, bukan pada demokrasi sekuler yang rapuh dan mudah dikendalikan oleh kepentingan kapitalis.

Islam kaffah akan menjadikan persoalan Palestina sebagai bagian dari masalah umat, bukan hanya milik rakyat Palestina semata. Pembebasan Masjid Al-Aqsha akan menjadi prioritas, bukan sekadar agenda diplomasi yang berujung pada kompromi.

Seruan yang Tak Boleh Diabaikan

Spanduk-spanduk yang diangkat umat di jalan-jalan bukan tindakan sembarangan. Mereka mewakili suara hati jutaan Muslim yang merindukan keadilan sejati. Seruan untuk pengiriman tentara dan penegakan Khilafah adalah puncak dari kesadaran politik Islam yang mulai tumbuh dan menguat. Ini adalah ekspresi kerinduan akan peradaban yang menjunjung tinggi kehormatan manusia dan menjadikan syariat sebagai aturan kehidupan.

Tentu, mungkin ada yang menanggapi sinis. Ada yang menyebut ide Khilafah sebagai khayalan atau bahkan ancaman. Namun sejarah membuktikan, bahwa hanya dengan Khilafah-lah umat Islam pernah berjaya, Palestina pernah ditaklukan, dan Al-Quds pernah dibebaskan dari cengkeraman musuh umat islam.

Dari Duka Menuju Cita-cita Besar

Palestina memang terluka. Tapi luka itu telah menyadarkan banyak hati. Umat ini sedang bangkit. Dan kebangkitan itu tak hanya ditandai oleh protes atau bantuan kemanusiaan, tapi juga oleh kebangkitan pemikiran dan kesadaran akan solusi hakiki.

Maka, ketika umat menyerukan “Jihad dan Khilafah adalah solusi hakiki pembebasan Palestina”, itu bukan sekadar harapan. Itu adalah cita-cita yang bersumber dari iman, sejarah, dan nash syariat. Kini tinggal menunggu keberanian dan kesatuan dari para pemimpin untuk mengemban tugas sejarah itu.

Palestina menanti. Umat pun bersiap. Dan sejarah akan mencatat, siapa yang berpihak pada kebenaran, dan siapa yang memilih diam dalam kebungkaman.

Tag:

3 Komentar

Tinggalkan Balasan ke kqxsdanang Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *